Irvan Setiawan - XI-G
Tokoh kisah ini adalah Imran, pemuda
yang soleh, hafal Al-Quran, alim, berwawasan luas, bijaksana, dan tampan. Dialah perjaka dari kampung sembungan, cinta pertama Marwa. Lantaran haji Nurcahya, ayah Marwa, orang kaya, putrinya pun dikuliahkan ke ibu kota Jakarta.
Lika-liku cinta yang penuh airmata
dan kepedihan akibat terlarang itu deras mengisi lembaran demi lambaran kisah perjalanan mereka berdua. Di Jakarta, Marwa bertemu maman, teman kuliahnya, dia lelaki penggombal dengan segudang kata-kata, cerdik dan sedikit licik, tetapi ia tampan, dan kaya, lamat-lamat ia berhasil mencuri perhatian Marwa.
Dengan trik-trik yang penuh
kesabaran, perjuangan, kegigihan, Maman pun berhasil menguasai hati Marwa. Cinta maman tidak sebagai mana Imran yang suci dan tulus, tapi penuh nafsu.
Sinopsis:
Maha Cinta menceritakan pengalaman
hidup dari dua pasang kekasih dari dua keluarga yang setatussosialnya bagai langit dan bumi. Jalan ceritanya digerakan oleh harapan-harapan yang tak kunjung tergapai. Kekecewaan demi kekecewaan membuat berduka lara. Namun, setelah hakikat cinta datang untuk dipahami dan dijalani.
Resensi Penutup:
Berikut beberapa saran dari saya.
Mungkin hanya penyusunan kata kurang pas ketika di baca.
Terima kasih.

Komentar
Posting Komentar